Akhir Tahun, Harga Beras di Jatim Terus Naik

Akhir Tahun, Harga Beras di Jatim Terus Naik

Surabaya- Sejak bulan Oktober 2017, menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Dari catatan inflasi pada bulan tersebut, Kota Madiun menyumbang angka inflasi tertinggi sebesar 0,14 persen.

Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Jatim, Mohammad Farikhin mengatakan, penyumbang inflasi di Kota Madiun adalah karena biaya pendidikan yang cukup tinggi, dan juga adanya kenaikan pada harga bahan pangan pokok seperti harga beras.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga yang mencapai 0,48 persen,” ujar Mohammad Farikhin kepada bisniskini.com, Kamis (02/11/2017).

Sementara itu, lanjut Farikhin, laju inflasi tahun ke tahun (year on year) atau yoy Jawa Timur di bulan Oktober 2017 adalah sebesar 3,99 persen. Angka ini juga lebih tinggi jika dibandingkan capaian inflasi yoy pada bulan yang sama tahun 2016 yang sebesar 2,74 persen. Kenaikan harga beras ini akan terus mengalami pelonjakan hingga awal Januari 2018.

“Angka-angka tersebut tak lepas dari adanya perubahan harga pada Indeks Harga Konsumen (IHK) selama bulan Oktober 2017 di Jatim. Dalam pantauan kami perubahan ini didorong salah satunya oleh sektor kenaikan harga komoditas,” lanjut Farikhin saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Kendangasari Industri, Surabaya.

Masih kata Farikhin, tiga komoditas utama yang menjadi pendorong terjadinya inflasi Jatim selama bulan Oktober adalah harga beras, biaya sewa rumah, dan biaya pendidikan. Berkurangnya jumlah produksi beras di sebagian daerah membuat harga beras menjadi naik, selain itu juga dipengaruhi oleh faktor perubahan cuaca. Curah hujan yang cukup tinggi membuat berkurangnya pasokan beras dari sejumlah daerah.

“Di sisi lain, komoditas-komoditas yang sedikit menghambat laju inflasi Jatim pada bulan Oktober 2017 adalah bawang merah, daging ayam ras, dan bawang putih. Melimpahnya stok bawang merah dan bawang putih akibat dari panen serentak yang dilakukan oleh para petani, membuat harga dari kedua komoditas tersebut terus mengalami penurunan harga.

“Hal serupa juga terjadi pada daging ayam ras. Melimpahnya stok di pasaran, membuat laju harga daging ayam ras selama bulan tersebut juga mengalami penurunan,” pungkasnya. (bisniskini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *